Gunung Ijen, yang kini mempesona dunia dengan fenomena "api biru" dan keindahan kawah asamnya, menyimpan rahasia masa lalu yang jauh lebih dramatis. Di balik keindahannya yang memukau, tersembunyi jejak-jejak aktivitas vulkanik purba yang dahsyat, termasuk keberadaan kubah lava raksasa yang menjadi saksi bisu sejarah panjang gunung ini.
Kaldera Raksasa: Jejak Erupsi Supervolcano
Sekitar 70.000 tahun silam, wilayah Ijen diguncang oleh erupsi supervolcano yang mengubah lanskap secara drastis. Letusan dahsyat ini melontarkan material vulkanik dalam jumlah luar biasa, menyebabkan runtuhnya puncak Gunung Ijen Purba dan membentuk kaldera raksasa dengan diameter mencapai 20 kilometer. Kaldera ini, yang kini menjadi lanskap ikonik Ijen, adalah bukti nyata kekuatan alam yang tak tertandingi.
Kubah Lava: Penumpukan Lava Kental yang Perkasa
Setelah pembentukan kaldera, aktivitas vulkanik terus berlanjut. Magma yang kaya silika dan kental naik ke permukaan, namun tidak dapat mengalir jauh karena viskositasnya yang tinggi. Akibatnya, lava menumpuk di sekitar ventilasi, membentuk struktur yang dikenal sebagai kubah lava.
* Karakteristik Kubah Lava Ijen Purba:
* Kubah lava di Ijen Purba memiliki ukuran yang sangat besar, menunjukkan volume lava yang dikeluarkan sangat banyak.
* Lava yang membentuk kubah ini memiliki tekstur yang kasar dan berbongkah, khas lava kental.
* Aliran lava Plalangan, dengan tekstur AA yang khas, memberikan gambaran jelas tentang bagaimana lava kental ini mengalir dan membeku.
* Aliran lava ini membentang sepanjang 10 km, dari daerah Jampit hingga Blawan, yang memberi gambaran betapa masif nya kubah lava yang terbentuk.
* Keberadaan "Black Lava" di Plalangan, Bondowoso, adalah bukti dari keberadaan bekas aliran lava dari kubah lava ini, dan sekarang menjadi tempat wisata.
Studi tentang kubah lava Ijen Purba memberikan wawasan berharga tentang sejarah vulkanik kawasan ini. Para ahli geologi dapat:
* Merekonstruksi sejarah erupsi dan memahami dinamika magma di bawah Ijen.
* Menilai potensi bahaya vulkanik di masa depan dan mengembangkan sistem peringatan dini.
* Memahami bagaimana pembentukan Kaldera mempengaruhi bentang alam, dan ekosistem di daerah Ijen.
Selain itu, kubah lava dan aliran lava yang membeku juga menjadi laboratorium alam yang unik, tempat para ilmuwan mempelajari proses pembentukan batuan dan mineral vulkanik.
Daya Tarik Wisata dan Pendidikan
Jejak-jejak kubah lava Ijen Purba tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga daya tarik wisata yang besar. Wisatawan dapat menyaksikan lanskap vulkanik yang menakjubkan, belajar tentang sejarah geologi, dan mengagumi keindahan alam yang unik.
Dengan memahami sejarah vulkanik Ijen Purba, kita dapat lebih menghargai keindahan dan kekuatan alam yang membentuk planet kita. Kita juga dapat belajar untuk hidup berdampingan dengan alam, menghormati kekuatan dahsyatnya, dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko bencana.🙏🙏