Invest Siklon 92S merupakan sistem gangguan tropis yang sedang dipantau potensi perkembangannya menjadi siklon tropis. Lokasinya di Samudera Hindia selatan Bali (sekitar 12°LS–15°LS, 115°BT–120°BT) dengan suhu permukaan laut hangat (28–30°C), mendukung penguatan sistem. Namun, geseran angin vertikal moderat (15–20 knot) mungkin membatasi intensifikasi cepat.
Prakiraan Cuaca 4 Hari ke Depan
1. Hari 1–2 (22–23 Maret):
- Hujan lebat disertai petir di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Timur bagian selatan.
- Angin kencang 40–60 km/jam di pesisir selatan Bali hingga Lombok.
- Gelombang laut mencapai 3–5 meter di perairan selatan Bali hingga Sumba.
2. Hari 3–4 (24–25 Maret):
- Sistem bergerak ke barat-barat daya mendekati Jawa Tengah dan Yogyakarta.
- Hujan intensitas sedang-lebat meluas ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan NTB.
- Potensi angin kencang lokal di pesisir selatan Jawa.
Wilayah Berprobabilitas Tinggi Terdampak:
- Primer: Bali, NTB (Lombok, Sumbawa), NTT (Sumba, Flores, Kupang), dan pesisir selatan Jawa Timur.
- Sekunder: Yogyakarta, Jawa Tengah bagian selatan, serta Timor Leste (Kupang).
- Zona Laut: Perairan selatan Bali hingga Pulau Sumba dan Ashmore & Cartier Islands (gelombang tinggi).
Dampak Potensial:
1. Hidrometeorologi:
- Banjir bandang dan tanah longsor di daerah lereng/bukit (misal: wilayah pegunungan Bali dan NTB).
- Genangan di perkotaan (Denpasar, Mataram, Kupang).
2. Infrastruktur & Lingkungan:
- Pohon tumbang dan kerusakan atap rumah akibat angin kencang.
- Gangguan transportasi: penerbangan tertunda, pelabuhan ditutup sementara (Lombok, Benoa).
3. Maritim:
- Aktivitas pelayaran di Selat Lombok dan Samudera Hindia selatan Bali berisiko tinggi.
- Nelayan disarankan menghindari laut lepas hingga kondisi stabil.
Rekomendasi:
- Masyarakat di wilayah terdampak perlu waspada terhadap curah hujan ekstrem dan angin kencang.
- Pantau update BMKG/JTWC untuk peringatan dini pergeseran lintasan siklon.
- Evakuasi dini di zona rawan longsor dan banjir.
Catatan: Analisis ini berdasarkan pola umum pergerakan siklon di wilayah Indonesia. Kondisi aktual dapat berubah tergantung dinamika atmosfer.