Invest Siklon 92S terdeteksi di koordinat sekitar 13°LS 113–115°BT, dekat Kepulauan Ashmore dan Cartier, bergerak perlahan ke arah barat daya. Data awal menunjukkan kecepatan angin 45 km/jam dan tekanan 1003 hPa, mengindikasikan sistem siklonik dalam tahap awal (tingkat gangguan tropis). Pergerakannya dipengaruhi aliran udara kering dari Australia dan geser angin moderat di Samudera Hindia. Potensi penguatan menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan bergantung pada suhu permukaan laut yang hangat (±29°C) dan kondisi atmosfer yang mendukung.
Prakiraan Cuaca 4 Hari ke Depan untuk Indonesia (23–26 Maret 2025):
1. 23 Maret:
- Wilayah Terdampak: Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur (pesisir selatan).
- Kondisi: Hujan sedang-lebat disertai angin kencang (30–50 km/jam), gelombang laut 2–4 meter di Selat Bali dan Lombok.
2. 24 Maret:
- Wilayah Terdampak: Jawa Tengah (pesisir selatan), NTB, NTT, Sulawesi Selatan.
- Kondisi: Hujan lebat lokal, angin mencapai 60 km/jam di laut, peningkatan risiko banjir bandang di daerah dataran rendah.
3. 25 Maret:
- Wilayah Terdampak: Jawa Barat (bagian selatan), Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara.
- Kondisi: Hujan sporadis dengan intensitas menurun, gelombang tinggi (3–5 meter) di Laut Jawa dan Selat Makassar.
4. 26 Maret:
- Wilayah Terdampak: Sumatra Selatan, Lampung, Banten.
- Kondisi: Cuaca berangsur stabil, tetapi masih berpotensi hujan ringan-sedang akibat aliran udara basih sisa siklon.
Wilayah dengan Probabilitas Tinggi Terdampak:
- Prioritas 1: Bali, NTB, NTT, Jawa Timur (pesisir selatan).
- Prioritas 2: Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan.
- Pantauan Khusus: Pesisir selatan Jawa hingga Sumatra karena gelombang tinggi dan arus deras.
Dampak yang Mungkin Timbul:
1. Cuaca Ekstrem:
- Hujan lebat berpotensi menyebabka& anjir dan tanah longsor, terutama di daerah perbukitan (misal: Bali, Lombok).
- Angin kencang dapat merusak infrastruktur ringan (atap, pohon tumbang).
2. Laut dan Transportasi:
- Gelombang tinggi (4–6 meter) berisiko mengganggu pelayaran di Selat Bali, Selat Lombok, dan Laut Jawa.
- Aktivitas nelayan dan kapal feri mungkin tertunda.
3. Kesehatan dan Sosial:
- Peningkatan kasus penyakit demam berdarah dan ISPA akibat genangan air dan kelembapan tinggi.
- Pemadaman listrik lokal di daerah rawan angin kencang.
Rekomendasi Mitigasi:
1. Masyarakat diimbau menghindari aktivitas laut, mengamankan barang di area terbuka, dan memantau update BMKG/JTWC.
2. Pemerintah daerah perlu menyiapkan posko darurat di wilayah rawan banjir/longsor.
3. Waspadai potensi peningkatan intensitas siklon jika tekanan udara turun di bawah 995 hPa dalam 48 jam ke depan.
(Catatan: Analisis ini berdasarkan pola umum pergerakan siklon di wilayah Indonesia. Kondisi aktual dapat berubah tergantung dinamika atmosfer. )