Invest 92S adalah sistem tekanan rendah yang sedang dipantau potensi perkembangannya menjadi siklon tropis. Berikut analisisnya:
- **Lokasi & Kondisi Lingkungan**:
Terdeteksi di perairan Samudera Hindia selatan Jawa Timur (sekitar 12°LS, 113°BT).
- **Suhu Permukaan Laut (SST)**: 29–30°C (mendukung penguatan sistem).
- **Geser Angin (Wind Shear)**: Sedang-tinggi (15–25 knot), berpotensi menghambat organisasi sistem.
- **Fase MJO**: Aktif di fase 4–5 (meningkatkan konveksi di wilayah Indonesia bagian selatan).
- **Steering Flow**: Dipengaruhi angin timur-laut dari sistem tekanan tinggi di Australia, berpotensi mengarahkan sistem ke barat-barat daya menjauhi daratan, tetapi tetap perlu diwaspadai variasi jalur.
Prakiraan Cuaca 4 Hari ke Depan (24–27 Maret 2025):
1. **Hari 1 (24 Maret)**:
- **Wilayah Terdampak**: Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB).
- **Cuaca**: Hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang (kecepatan 30–50 km/jam).
- **Gelombang Laut**: Tinggi 2–4 meter di selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
2. **Hari 2 (25 Maret)**:
- **Perkembangan Sistem**: Peningkatan konveksi dengan probabilitas 50% menjadi depresi tropis.
- **Wilayah Terdampak**: Jawa Tengah, Yogyakarta, NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT).
- **Cuaca**: Hujan lebat di pesisir selatan, angin meningkat hingga 60 km/jam.
3. **Hari 3 (26 Maret)**:
- **Skenario Intensifikasi**: Jika geser angin melemah, sistem berpotensi menjadi siklon tropis kategori 1 (kecepatan angin >74 km/jam).
- **Wilayah Terdampak**: Pesisir selatan Jawa, Bali, NTB, NTT, Lampung.
- **Cuaca**: Hujan ekstrem (>100 mm/hari), angin kencang, gelombang 4–6 meter.
4. **Hari 4 (27 Maret)**:
- **Pergerakan Sistem**: Bergerak ke barat daya menjauhi Indonesia, tetapi dampak tidak langsung masih terasa.
- **Wilayah Terdampak**: Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten.
- **Cuaca**: Hujan sedang di wilayah barat Indonesia, gelombang tinggi di Selat Sunda.
Wilayah Berprobabilitas Tinggi Terdampak:
1. **Jawa Timur, Bali, NTB, NTT**: Dampak langsung hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
2. **Pesisir Selatan Jawa hingga Lampung**: Banjir pesisir dan arus balik diperkirakan terjadi.
3. **Perairan Selat Sunda dan Samudera Hindia**: Gelombang tinggi 4–6 meter berisiko mengganggu pelayaran.
Dampak yang Mungkin Timbul:
1. **Bencana Hidrometeorologi**:
- Banjir bandang dan tanah longsor di daerah berbukit (Pacitan, Banyuwangi, Lombok).
- Genangan di perkotaan (Surabaya, Denpasar, Mataram).
2. **Gangguan Transportasi**:
- Pembatalan penerbangan akibat angin kencang.
- Penundaan pelayaran di Selat Bali dan Lombok.
3. **Kerusakan Infrastruktur**:
- Atap bangunan roboh akibat angin >60 km/jam.
- Jaringan listrik terputus di daerah terpencil.
4. **Dampak Lingkungan**:
- Erosi pantai di pesisir selatan Jawa.
- Gangguan ekosistem laut akibat sedimentasi.
Rekomendasi Mitigasi:
1. Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di daerah aliran sungai dan lereng rawan longsor.
2. Nelayan disarankan tidak melaut di zona gelombang tinggi.
3. Pemantauan ketat melalui update BMKG dan aplikasi Early Warning System (EWS).
Catatan: Prediksi ini bersifat dinamis dan dapat berubah tergantung evolusi sistem. Disarankan untuk terus memantau informasi terbaru dari otoritas meteorologi setempat.