Infomitigasi - 23:11
Radar cuaca BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) adalah alat penting untuk memantau kondisi cuaca secara real-time, terutama di daerah-daerah seperti Semarang, Madiun, Yogyakarta (Daerah Istimewa Yogyakarta, Suraba& lain sebagainya. Dengan memahami cara membaca radar ini, Anda dapat mengantisipasi cuaca ekstrem, hujan lebat, atau badai. Berikut langkah-langkahnya:
Memahami Warna dan Simbol pada Radar
Radar BMKG menggunakan warna untuk menunjukkan intensitas curah hujan:
- Hijau: Hujan ringan (0–20 mm/jam).
- Kuning: Hujan sedang (20–50 mm/jam).
- Merah: Hujan lebat (50–100 mm/jam).
- Ungu/Biru: Hujan sangat lebat (>100 mm/jam) atau potensi badai.
Contoh: Jika daerah Cilacap berwarna merah, artinya wilayah tersebut sedang mengalami hujan lebat.
Akses Sumber Data Radar BMKG
- Install Aplikasi BMKG, buka menu radar cuaca
- Pilih radar terdekat ( biasanya sudah otomatis menampilkan citra radar wilayah anda )
Tips Tambahan
- dBZ (Decibel Z): Nilai dBZ di radar mengukur kekuatan pantulan hujan. Semakin tinggi dBZ, semakin besar intensitas hujan.
- Perhatikan Skala Waktu: Data radar biasanya tertunda 5–10 menit.
- Daerah Pegunungan: Seperti Yogyakarta, seringkali memiliki pola cuaca lokal yang kompleks.
Dengan memahami cara membaca radar BMKG, Anda bisa lebih siap menghadapi cuaca ekstrem di daerah Anda. Selalu pantau perkembangan terbaru dan ikuti imbauan resmi dari pihak berwenang. Semoga bermanfaat! 🌦️